Program Keluarga Berencana Menurut Hukum Islam

1

A. PENGERTIAN
Keluarga Berencana (KB) adalah sebuah program yang dicanangkan pemerintah dalam menekan kepadatan penduduk. Pengertian program Keluarga Berencana (KB) menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2009, Bab I Pasal 1 Ayat 8 Ketentuan Umum (tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga) Keluarga Berencana adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan melalui promosi, perlindungan  dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.

B. HUKUM KB DALAM AGAMA ISLAM

  1. Menurut Al- Qur’an

Jika KB tersebut bertujuan untuk “membunuh” anak atau membatasi keturunan, maka program KB dilarang, sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS. Al Israa’ : 31

وَلا تَقْتُلُوا أَوْلادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut (kemiskinan) kami akan memberi rizqi kepadamu dan kepada mereka”.

Sebenarnya program KB dalam arti sempit dapat diartikan dengan membatasi jumlah anak. Namun, itu dilakukan bukan dengan cara membunuhnya, melainkan dengan cara misalnya menunda usia pernikahan sampai usia yang secara reproduktif siap untuk melahirkan, mengatur jarak kelahiran misalnya jarak antara anak pertama dan kedua minimal 2-3 tahun. Perencanaan dalam berkeluarga ini banyak manfaatnya baik bagi kesejahteraan ibu, ayah maupun anak-anak mereka agar hidup lebih berkualitas. Kecuali, dengan alasan tertentu dan kondisi tertentu yang mengharuskan seorang istri untuk tidak melahirkan lagi demi kesehatannya.

Sungguh Allah dalam al-Qur-an telah menjadikan banyaknya keturunan sebagai anugerah (bagi manusia) dan menjadikannya termasuk perhiasan (kehidupan) dunia. Allah ta’ala berfirman:

وَاللَّهُجَعَلَلَكُمْمِنْأَنْفُسِكُمْأَزْوَاجًاوَجَعَلَلَكُمْمِنْأَزْوَاجِكُمْبَنِينَوَحَفَدَةًوَرَزَقَكُمْمِنَالطَّيِّبَاتِ

“Allah menjadikan bagimu istri-istri dari jenismu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istrimu itu anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik.”

(Qs. an-Nahl: 72)

Allah ta’ala juga berfirman:

الْمَالُوَالْبَنُونَزِينَةُالْحَيَاةِالدُّنْيَا

“Harta dan anak-anak adalah perhiasaan kehidupan dunia.” (Qs. al-Kahfi: 46)

(Kemudian) barangsiapa yang memperhatikan pembahasan masalah ini (dengan seksama) dia akan mengetahui bahwa pendapat yang membolehkan untuk membatasi keturunan adalah pendapat yang bertentangan dengan kemaslahatan (kebaikan) umat Islam (sendiri). Karena sungguh banyaknya keturunan (kaum muslimin) termasuk sebab kekuatan, kemuliaan, keperkasaan dan kewibawaan umat Islam (di hadapan umat-umat lain). Sedangkan membatasi keturunan bertentangan dengan semua (tujuan) tersebut, karena menjadikan sedikitnya (jumlah) dan lemahnya kaum muslimin, bahkan menjadikan musnah dan punahnya umat ini.Ini adalah perkara yang jelas bagi semua orang yang berakal dan tidak butuh argumentasi (untuk membuktikannya).

Allah berfirman:

وكأينمندابةلاتحملرزقهااللهيرزقهاوإياكموهوالسميعالعليم

“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri, Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Qs. al-’Ankabuut: 60)

وَلْيَخْشَالَّذِينَلَوْتَرَكُوامِنْخَلْفِهِمْذُرِّيَّةًضِعَافًاخَافُواعَلَيْهِمْفَلْيَتَّقُوااللَّهَوَلْيَقُولُواقَوْلًاسَدِيدًا

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”.( QS. An Nisa: 9 )

 

Walaupun dalam Alqur’an tidak tertulis secara literal tentang KB, namun secara substantif banyak sekali ayat-ayat Alqur’an dan hadis yang mendukung pengaturan jarak kelahiran dan menekankan pentingnya menciptakan generasi yang berkualitas, misalnya Firman Allah  dalam surat Al-Baqarah (2): 233
وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلاَدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لاَ تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلاَّ وُسْعَهَا لاَ تُضَآرَّ وَالِدَةُ بِوَلَدِهَا وَلاَ مَوْلُودُُلَّهُ بِوَلَدِهِ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَلِكَ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالاً عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِمَا وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَن تَسْتَرْضِعُوا أَوْلاَدَكُمْ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّآءَاتَيْتُم بِالْمَعْرُوفِ وَاتَّقُوااللهَوَ اعْلَمُواأَنَّ اللهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرُُ {233}
”Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, Yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. dan kewajiban ayah memberi akan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, Maka tidak ada dosa atas keduanya dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, Maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”(Maksudnya: Selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun.)

Jika Alqur’an menyebutkan bahwa menyusui secara sempurna adalah dua tahun, maka jarak kelahiran ideal antara anak yang satu dengan yang berikutnya  adalah minimal 2-3 tahun. Semakin jarang jarak kelahiran antara satu anak dengan yang lainnya,  tentu saja bisa semakin menambah kekuatan fisik si ibu untuk merawat dan  membesarkan anak yang telah dilahirkannya dan bertambah pula kesiapan mental untuk menyambut kelahiran anak berikutnya.

2. Hukum KB menurut Hadits Nabi

عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ إِنِّى أَصَبْتُ امْرَأَةً ذَاتَ حَسَبٍ وَجَمَالٍ وَإِنَّهَا لاَ تَلِدُ أَفَأَتَزَوَّجُهَا قَالَ « لاَ ». ثُمَّ أَتَاهُ الثَّانِيَةَ فَنَهَاهُ ثُمَّ أَتَاهُ الثَّالِثَةَ فَقَالَ « تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّى مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ ».

Artinya: Dari Ma’qil bin Yasar, berkata: seorang laki-laki datang kepada Nabi saw. dan berkata: “Aku mendapatkan (calon) seorang perempuan yang memiliki status dan kecantikan, namun ia tidak bisa beranak, apakah aku boleh nenikahinya?” Nabi menjawab: “Tidak”. Kemudian datang lagi kedua dan datang lagi ketiga kalinya (untuk bertanya lagi). Lalu Nabi menjawab: “Nikahilah calon yang penyayang dan potensial beranak. Aku sungguh akan memperbanyak umat ini melalui kalian”.(HR. Abi Dawud, no. 2052).

Untuk memahami hadis ini tentu harus ditangkap inti masalahnya, yaitu jika seseorang  hendak menikah, dianjurkan memilih calon yang penyayang, penuh kasih (wadud) dan berpotensi untuk memiliki anak (walud). Jika alternatifnya adalah memilih dengan calon pasangan yang (diduga kuat) tidak bisa punya anak, maka disarankan memilih calon yang berpotensi dapat memiliki keturunan. Dengan keturunan tersebut, Nabi saw. bermaksud menjaga keberlangsungan umatnya dengan jumlah yang banyak dan berkualitas, serta kuat secara jasmani dan ruhani. Hal demikian ditunjukkan dalam semangat ayat dan hadis lainnya. Salah satunya adalah hadis berikut:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ ».

Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Dan dalam segala hal, kekuatan itu baik. (karena itu) jagalah apa yang membawa manfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah menjadi lemah. Jika kamu ditimpa sesuatu, janganlah berkata ‘seandainya aku berbuat begini, maka akan begini’, namun katakanlah ‘Allah telah mengkadarkan dan apa saja yang Dia kehendaki akan terjadi. Karena sikap ‘berandai-andai’ membuka peluang perbuatan setan.”(HR. Muslim, no. 6945).

Dari hadis di atas, bahwa Allah dan rasul-Nya lebih mencintai umatnya yang kuat dalam segala hal, daripada umatnya terjangkit sejumlah kelemahan, baik fisik, mental, maupun sosial-ekonomi.Hadis tersebut juga menegaskan tentang pentingnya kualitas generasi.Tegasnya, generasi yang kuat lahir-batin, moral, intelektual, sosial-ekonomi, jauh lebih utama daripada sekadar banyak jumlah namun kurang memiliki kapasitas yang diperlukan dalam kehidupan yang semestinya.Sementara untuk melahirkan generasi yang unggul tersebut diperlukan langkah-langkah, salah satunya adalah dengan mengatur jarak kehamilan istri yang seimbang dan aman.Jika jarak tersebut tidak seimbang atau tidak aman, misalnya terlalu cepat antara kelahiran anak yang lebih besar dengan kehadiran bayi yang dilahirkan akan mempengaruhi kualitas kesehatan ibu dan juga kesehatan anak. Perhatian orang tua terlalu sedikit karena harus dibagi-bagi dengan anak-anak yang jumlahnya banyak.Ini semakin sulit jika ditambah masalah ekonomi yang pas-pasan, pendidikan yang kurang, dan waktu yang terbatas dari orang tua untuk mendampingi pertumbuhan anak-anak. (maksudnya, yaitu boleh melakukan KB tapi dengan niat ingin mengatur jarak kehamilan istri yang bisa mempengaruhi kesehatan ibu dan anaknya.dll )

REFERENCES

Iklan
Personality Development

Nurse cares with love every day, every where and every moment :)

PERSONALITY FANI KURNIA SAFITRI

Tata Nilai Perawat: Care, Empaty, Altruism

Lovable Nurse

Someday I Will be a Professional Moslem Nurse <3

PERSONALITY WARISYA MIFTAH

Nurses are the Heart of Healthcare

Personality Nisa Nur Shidqi

semua akan indah pada waktunya

Manajemen Waktu - Annisasus's Personality

If all things in time. Time will reveal..

Paradigma Psikologi Kepribadian Trait

Personality Development Intan A F

Personality Siti Hasna Nadhifah

paradigma psikologi kepribadian trait

PERSONALITY DEVELOPMENT GARNIS VITA PRATIWI

Good Attitude, Good Image, To Be a Good Nurse

Professional Nurse

always choose happiness. trying to do what I really want to do and never give up.

Medina's Personality Blog

it's never too late to make things right...

Be A Good Muslim Nurse

"Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

All About Nurse

Physical Performance For Nurse

Personality Iffa Fathimiyah

Perawat cerdas, Perawat berkualitas

Religion Nursing

Asri Nurkarimah

personalityolvieleonita

Paradigma Psikologi Kepribadian Psikoanalitik

Personality Development

good person good personality, be positive thinkers

Kecerdasan Emosi (Emotional Intelligence)

Nursing Science of Padjadjaran University

Paradigma Psikologi Kepribadian Trait

Rencana adalah jembatan awal menuju impian, jika tidak membuat rencana berarti tidak memiliki pijakan langkah menuju apa yang kamu cita-citakan ;)

Personality Ade Rosi

Tata nilai perawat care, empaty, altruism

Personality Vivi Yanita

nursing is the music of my life

Adversity Quotion (Kesiapan Menghadapi Tantangan)

Adversity quotient adalah kecerdasan yang dimiliki seseorang untuk mengatasi kesulitan dan sanggup untuk bertahan hidup, dalam hal ini tidak mudah menyerah dalam menghadapi setiap kesulitan hidup. blog ini akan menjelaskan bebarapa hal menyangkut bagaimana kesiapan kita menghadapi tantangan

Dwi Intan Indah Susanti

Hello, there! Here, i wanna share my random thought for you. Enjoy it.

Personality Lisa Meilia

Paradigma Psikologi Kepribadian Trait

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.